Jumat, 16 Maret 2012

KISI-KISI UJIAN PRAKTEK KIMIA KELAS XII


P E M E R I N T A H   K O T A   BATAM
D I N A S    P E N D I D I K A N
  SMA NEGERI 3 BATAM

      KISI – KISI SOAL UJIAN PRAKTEK KELAS XII
Mata Pelajaran          : Kimia
Satuan Pendidikan     : SMA/MA
Program                    : Ilmu Alam
Jumlah Soal              : 1
Bentuk Penilaian       : Praktek
Tahun Pelajaran        : 2011/2012

Standar Kompetensi       : 3.      Memahami sifat-sifat  larutan non-elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-redukasi

Kompetensi Dasar          : 3.1 Mengidentifikasi  sifat larutan non-elektrolit dan
                                              elektrolit berdasarkan data hasil percobaan.

Indikator Kompetensi     : Mengelompokkan beberapa larutan kedalam larutan
                                        elektrolit atau non elektrolit melalui percobaan

Indikator Soal                 : Siswa dapat mengelompokkan beberapa larutan ke dalam
                                        larutan elektrolit atau non-elektrolit melalui percobaan

No Soal                          : 1

Soal                               : Lakukan percobaan untuk mengelompokkan larutan A, B, C, dan D ke dalam larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah atau non-elektrolit

Pedoman Penskoran        :
No
Aspek yang Dinilai
Skor
A
Persiapan


1. Menyediakan alat-alat untuk percobaan, yaitu :


  • Jas laboratorium
5

  • Alat uji elektrolit
5

  • Gelas kimia
5

  • Gelas ukur
5

  • Larutan A, B, C, dan D
5
B
Proses


1.      Merangkai alat uji elektrolit sehingga berfungsi dengan baik
10

2.      Memasukkan larutan 15 ml larutan A kedalam gelas kimia
10

3.      Menguji daya hantar listrik larutan A dan mencatat hasil pengamatannya
10

4.      Mengulangi perlakuan dengan larutan B, C dan D
( Catatan : Setiap menguji larutan batang electrode dalam keadaan bersih )

10
C
Hasil Pengamatan


1.    Kelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan larutan non elektrolit
20
D
Pertanyaan
5

1.    Kalau seandainya larutan A, B, C, dan D secara acak adalah larutan gula, garam, natrium klorida, dan cuka, maka cocokkan masing-masing larutannya.
5

2.    Tuliskan reaksi ionisasinya
5
Skor Maksimum
100


Rabu, 14 Maret 2012

MODUL STRUKTUR ATOM



Standar Kompetensi
1.  Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia

Kompetensi Dasar
1.1.Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron.

Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
· Mengkaji tabel periodik unsur untuk menentukan notasi atom,  partikel dasar, konfigurasi elektron, golongan dan periode unsur utama.
· Mengindentifikasi unsur ke dalam isotop, isobar, dan isoton melalui kerja kelompok.

Akhirnya Anda akan mampu :

·    Menentukan notasi atom
·    Menentukan partikel dasar (proton, elektron dan neutron)
·    Mengklasifikasi unsur ke dalam isotop, isobar dan isoton.
·    Menentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi.
·    Menentukan golongan dan periode golongan utama dar konfigurasi elektron.
Ringkasan Materi

Notasi Atom
Dalam percobaan menunjukkan bahwa atom mempunyai inti dan kulit atom. Di dalam inti terdapat proton dan neutron yang menentukan besarnya massa sebuah atom. Jumlah proton atau muatan positif yang terdapat dalam inti atom ditunjukkan oleh nomor atom. Untuk atom netral jimlah muatan positif (proton) sama dengan jumlah muatan negatif (elektron). Jumlah total keseluruhan proton dan neutron yang terdapat dalam inti atom ditunjukkan oleh nomor massa.
Notasi atau simbol atom yang dilengkapi dengan nomor massa dan nomor atom dapat ditulis sebagai berikut :
X
Keterangan :  A= nomor massa
                     B= nomor atom
                     C= lambang unsur

Jumlah Proton, Elektron dan Neutron
Atom yang netral memliki jumlah proton sama dengan jumlah elektron.

Z = p = e

Keterangan : p = proton
                    e = elektron
Nomor massa menunjukkan jumlah nukleon (proton dan neutron) yang terdapat dalam inti atom. Jumlah nukleon dalam suatu unsur dinyatakan sebagai nomor massa atom unsur itu. Apabila jumlah neutron dalam inti atom dilambangkan n dan jumlah proton dilambangkan p, nomor massa dapat dirumuskan sebagai berikut :

A = p + n

Oleh karena p sama dengan Z, maka:

A = Z + n  atau n = A – Z
Keterangan : A = jumlah proton + jumlah neutron (p + n)
                    Z = jumlah proton
                    n = jumlah neutron
Nomor atom, jumlah proton dan jumlah elektron merupakan cirri yang khas untuk suatu unsur. Artinya setiap atom suatu unsur yang sama selalu mempunyai nomor atom, jumlah proton dan jumlah electron yang sama pula.

MODUL SISTEM PERIODIK UNSUR



Standar Kompetensi
1.  Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia

Kompetensi Dasar
1.1.   Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron.

Anda akan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
· Mengkaji literatur tentang perkembangan  tabel periodik unsur dalam kerja kelompok.
· Presentasi hasil kajian untuk menyimpulkan dasar pengelompokkan unsur-unsur.

Akhirnya Anda akan mampu :
·    Membandingkan perkembangan tabel periodik unsur untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya.
·    Menjelaskan dasar pengelompokan unsur-unsur.

Ringkasan Materi

  1. Perkembangan Sistem Periodik
    1. Penggolongan berdasarkan sifat kelogaman
Unsur-unsur di alam digolongkan menjadi unsur logam dan unsur non logam.
    1. Triade Dabereiner
Pada tahun 1817 Dabereiner menemukan adanya suatu keteraturan hubungan berat atom antara 3 buah unsur yang mempunyai sifat kimia mirip.
Bila ketiga unsur tersebut diurutkan menurut naiknya massa atom maka massa atom unsur ditengah sama dengan setengah dari jumlah massa atom dari  dua atom yang dipinggir.
Contoh :
Unsur
Massa Atom
Massa Atom yang Ditengah
Li


Na


K
6,94


22,94


39,10

                         Massa atom Li + Massa atom K       
Massa atom Na =-------------------------------------
                                               2
                          6,94  +  39,10
                       =-------------------  =  23,02
                                   2

Contoh lain adalah unsur Cl, Br dan I. Coba Anda buktikan sendiri. Diketahui masa atom Cl = 35,5; I = 126,9, maka tentukanlah massa atom Br.
Namun sifat triade ini hanya terbatas pada beberapa kelompok unsur saja

    1. Hukum Oktaf Newland
Pada tahunn 1865 J. Newland menyusun daftar unsur-unsur menurut kenaikan massa atom. Dari daftar ini ternyata ditemukan pengulangan sifat unsur setiap 8 unsur.
Gas mulia tidak termasuk dalam pengelompokan unsur-unsur ini karena gas mulia saat itu belum ditemukan.
Pengelompokan unsur-unsur Hukum Oktaf :



Li    Be    B    C    N    O    F    Na    Mg    Al    Si    P    S    Cl    K    Ca
 1     2     3    4    5     6    7     8       9     10   11   12  13   14   15   16


Berdasarkan pengelompokan di atas, dapat kita simpulkan bahwa yang merupakan unsur segolongan adalah :
-       Li, Na, K
-       Be, Mg, Ca
-       B, Al
-       C, Si, dan seterusnya.
    1. Mendeleyev dan Lothar Meyer
Pada tahun 1869 Mendeleyef dan Lothar Meyer secara terpisah menyusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifatnya. Dari data tersebut Mendeleyef mengemukakan : “Sifat unsur-unsur adalah merupakan fungsi periodik dari massa atomnya”.
Salah satu kehebatan sistem penyusunan ini  adalah dari keperiodikan ini Mendeleyef telah dapat meramalkan sifat unsur-unsur yang pada saat itu belum diketahui orang. Beberapa tahun kemudian ternyata unsur-unsur tersebut diketemukan orang dan sifat-sifatnya yang sesuai dengan ramalan Mendeleyef.
    1. Sistem Periodik Panjang/Modern
Walaupun sistem periodi Mendeleyef sudah baik, namun masih banyak kelemahan-kelemahannya. Pada tahun 1913 Hendry G.J. Moseley melihat hubungan antara nomor atom dan muatan inti. Kemudian Moseley mengubah susunan berkala yang tadinya berdasarkan pada massa atom diganti dengan nomor atom. Tabel dibuat dalam bentuk panjang yang disebut Periodik Panjang. Akibat pergantian ini ada beberapa unsur yang berubah letaknya.
Dalam sistem periodik, unsur-unsur dibagi atas periode-periode yang merupakan deret-deret horizontal dan golongan yang merupakan lajur-lajur vertikal.

Senin, 05 Maret 2012

Pembuatan Bahan Ajar




A.   Latar Belakang

Sebagai konsekuensi atas terbitnya Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Pemerintah, dalam hal ini Menteri Pendidikan Nasional, telah menerbitkan berbagai peraturan agar penyelenggaraan pendidikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) paling tidak dapat memenuhi standar minimal tertentu. Berbagai standar tersebut adalah: (1) standar isi, (2) standar kompetensi lulusan, (3) standar proses, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan.

Dalam pencapaian standar isi (SI) yang memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai oleh peserta didik setelah melalui pembelajaran dalam jenjang dan waktu tertentu, sehingga pada gilirannya mencapai standar kompetensi lulusan (SKL) setelah menyelesaikan pembelajaran pada satuan pendidikan tertentu secara tuntas. Agar peserta didik dapat mencapai SK, KD, maupun SKL yang diharapkan, perlu didukung oleh berbagai standar lainnya, antara lain standar proses dan standar pendidik dan tenaga kependidikan.

Dalam PP nomor 19 tahun 2005 Pasal 20, diisyaratkan bahwa guru diharapkan mengembangkan materi pembelajaran, yang kemudian dipertegas malalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Salah satu elemen dalam RPP adalah sumber belajar. Dengan demikian, guru diharapkan untuk mengembangkan bahan ajar sebagai salah satu sumber belajar.